Demikian kesaksian politisi senior PDI Perjuangan, Sabam Sirait, saat menjadi pembicara dalam acara memperingati 40 Hari almarhum Taufiq Kiemas, di Jakarta Ballroom Novotel, Jalan Gajah Mada, Jakarta (Rabu, 17/7).
Acara bertema "Mengengang Pemikiran dan Perjuangan Taufiq Kiemas untuk Demokrasi dan Pluralisme di Indonesia" ini digelar oleh Taruna Merah Putih, sayap pemuda PDI Perjuangan. Selain Sabam, hadir sebagai narasumber Ketua PBNU Said Agil Siradj, cendekiawan Yudi Latif dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Kata Sabam, sejak mahasiswa Taufiq Kiemas banyak menggerakan partai. Taufiq juga banyak merencanakan banyak hal di PDI Perjuangan, namun tak mau jadi pengurus.
"Saat dia mau mempersunting Ibu mega, maka saya bilang itu calon yang ideal. Sejak SMA dan mahasiswa, Taufiq Kiemas sudah tertarik dengan Megawati meski belum kenal," kata Sabam.
Pada tahun 1981, deklarator PDI ini juga mengajak Mega untuk bergabung dengan partai. Empat bulan kemudian, Mega bergabung dengan PDI. Dan ternyata Taufiq pun ikut gabung karena saran Sabam.
"Saat saya ulang tahun, Mega sambutan dan mengatakan hal itu (bergabung dengan PDI) di depan publik. Tapi tak lama kemudian TK berteriak. Kata Taufiq, ternyata, bukan hanya Mega saja yang Pak Sabam suruh, tapi saya juga merasa bapak beri saran," demikian Sabam.
[ysa]
BERITA TERKAIT: