Muhammadiyah: Jadikan Puasa sebagai Proses Transformasi Spiritual

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/yayan-sopyani-al-hadi-1'>YAYAN SOPYANI AL HADI</a>
LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI
  • Selasa, 09 Juli 2013, 08:34 WIB
Muhammadiyah: Jadikan Puasa sebagai Proses Transformasi Spiritual
muhammadiya/net
rmol news logo . Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengajak segenap umat Islam untuk mengedepankan toleransi, ukhuwah, dan sikap saling menghargai atas perbedaan dalam menjalankan ibadat termasuk perbedaan dalam waktu memulai dan mengakhiri ibadah puasa Ramadhan.

"Ukhuwah jangan dimaknai secara sempit sebagai penyatuan cara beribadah, tetapi dikembangkan ke hal-hal yang lebih luas untuk membangun tatanan kehidupan umat dan bangsa yang memberikan ruang untuk kemajuan dan membangun peradaban yang tinggi," Demikian pernyataan Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait dengan ibadah Ramadhan 1434 Hijriyah, sebagaimana disampaikan kepada redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 9/7).

Pernyataan ini ditandatangani oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dr Haedar Nashir dan Sekum PP Muhammadiyah, DR Agung Danarto

Selain itu, PP Muhammadiyah juga mengajak segenap Muslim untuk memulai puasa dan ibadah lainnya di bulan Ramadhan dengan niat ikhlas karena Allah, mengikuti Sunnah Rasululullah, dan mewujudkan amal-amal Islami yang membawa pada kebaikan, kedamaian, kemajuan, dan kebahagiaan dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, bangsa, dan relasi antarumat manusia universal.

"Jadikan puasa dan ibadah Ramadhan sebagai proses tranformasi spiritual ihsan yang membentuk keshalehan individual dan keshalehan sosial sehingga kehidupan di negeri ini bebas dari korupsi serta segala bentuk penyimpangan dan kerusakan, sebaliknya terwujud tatanan kehidupan dan keadaban yang serba utama," demikian pernyataan PP Muhammadiyah. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA