Pencapaian tersebut menjadikan karya sutradara Hiro Murai ini sebagai serial horor dengan rating tertinggi di platform Apple TV+, melampaui Servant yang sebelumnya memperoleh skor 90 persen. Sementara itu, Lisey's Story, adaptasi novel karya Stephen King, sempat gagal memenuhi ekspektasi dan mendapat respons kurang memuaskan dari kritikus.
Selama ini, Apple TV dikenal lebih selektif dalam memproduksi tayangan original. Platform tersebut memilih fokus pada kualitas dibanding kuantitas, sehingga banyak penonton menilai hampir setiap serial original Apple TV selalu hadir dengan konsep yang kuat dan berbeda.
Meski identik dengan serial fiksi ilmiah dan drama prestisius, Apple TV kini mulai serius bereksperimen di genre horor melalui Widow’s Bay. Serial ini langsung menarik perhatian berkat kombinasi cerita unik, atmosfer mencekam, serta deretan pemain yang kuat.
Tak hanya mengandalkan elemen horor, Widow’s Bay juga dipuji karena mampu memadukan ketegangan dan komedi secara seimbang. Sejumlah kritikus bahkan menyebut nuansa serial ini mengingatkan pada karya-karya horor populer garapan Mike Flanagan di Netflix, seperti The Haunting of Hill House dan Midnight Mass.
“Widow’s Bay berhasil membuat penonton tertawa sekaligus merasa takut dalam waktu bersamaan,” tulis salah satu ulasan yang dikutip dari Screen Rant, Sabtu, 16 Mei 2026.
Episode terbarunya bahkan disebut menghadirkan sekitar 35 menit horor folk berkualitas tinggi yang dinilai setara dengan film layar lebar Hollywood.
Keberhasilan Widow’s Bay kini dianggap sebagai titik balik Apple TV+ dalam membangun katalog serial horor. Jika kualitasnya tetap konsisten hingga akhir musim, serial ini diperkirakan berpeluang besar mendapatkan musim kedua sekaligus membuka era baru genre horor di platform tersebut.
Widow’s Bay tayang perdana pada 29 April 2026 dengan mengusung perpaduan genre komedi, drama, misteri, dan horor.
BERITA TERKAIT: