Universitas Al Azhar yang memiliki tempat istimewa di Mesir termasuk dalam aspek politik serta berpengaruh besar dalam aspek keagamaan di seluruh Timur Tengah dan dunia Islam ternyata tidak berpihak pada Muhammad Morsy yang digulingkan.
"Menurut sejumlah mahasiswa Indonesia yang kuliah di Al Azhar, banyak ulama Al Azhar yang kecewa pada Morsy karena tindakannya mau "mengikhwankan" perguruan tertua di dunia itu," ujar anggota Komisis I DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) yang sedang berada di Mesir.
Itu adalah keanehan pertama. Keanehan kedua adalah, negara-negara Arab Teluk yang kaya sebagian besar mengisyaratkan dukungan terhadap kudeta. Sementara, ini keanehan ketiga, Israel yang
high profile ikut bermain untuk menjatuhkan Presiden Bashar Assad di Suriah nampak
low profile di Mesir dan seolah-olah menyesali kudeta militer itu.
"Padahal banyak pihak disini meyakini Israel ikut bermain," ujar Najib dalam pesannya yang diterima redaksi.
Sementara Amerika Serikat yang diyakini berperan besar baik pada situasi normal apalagi genting dalam percaturan politik di Mesir sampai kini belum menampakkan sikap jelas. Samar-samar memberi kesan positif terhadap langkah militer yang dinilai menyelamatkan bangsa Mesir dari krisis berkepanjangan di bawah kepemimpinan Presiden Morsy.
[guh]
BERITA TERKAIT: