Di sela-sela kunjungan ke Mesir, Muhammad Najib tentu saja menyempatkan diri mengamati krisis politik yang sedang terjadi di Mesir. Dalam pesan terakhir yang dikirimkannya pagi ini, Najib mengatakan, krisis Mesir kelihatannya akan berlangsung lama.
Usai bertemu dengan delegasi mahasiswa Indonesia dari delapan negara yang mengikuti konferensi di tempatnya menginap di Wisma Sumatera Selatan, Najib melihat-lihat kondisi di jalanan Kairo. Ia juga menyempatkan diri ke Giza dimana piramida berada.
"Wilayah ini biasanya penuh dengan turis. Kini sepi sekali hanya ada satu bus yang membawa turis asal China dan beberapa orang turis lokal. Banyak toko suvenir lebih memilih tutup," ujar Najib.
Pintu gerbang Rafah yang menghubungkan wilayah Mesir dengan Gaza, Palestina, juga ditutup sejak kudera yangd ilakukan Jenderal Abdel Fatah El-Sisi.
Sementara di pusat Kairo khususnya di sekitar Lapangan Tahrir dipenuhi kelompok penentang Muhammad Morsy. Adapun pendukung Morsy terus bertambah di Rab'ah Al Adawiyah. Para ulama dan tokoh Ikhwanul Muslimin silih berganti berpidato menyemangati. Mereka menuntut agar Presiden Morsy dikembalikan ke kursinya.
"Korban terus berjatuhan. Presiden Morsy kabarnya ditahan di Zagazig sekitar 200 kilometer dari Kairo. Tampaknya krisis politik yang melanda Mesir kini akan berlangsung lama," demikian Najib.
[guh]
BERITA TERKAIT: