Sebaliknya, SBY memang berharap partai koalisi menyampaikan langsung protes kenapa PKS yang melanggar kesepakatan koalisi tidak diberi sanksi.
"SBY justru menunggu kritikan dari resisten itu tidak datang dari dirinya tapi dari partai-partai koalisi lainnya," jelas Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq kepada
Rakyat Merdeka Online malam ini (Sabtu, 6/7).
Menurutnya, SBY tidak berinisiatif sendiri mendepak Tifatul Sembiring Cs untuk menghindari jebakan PKS. Karena PKS memang menunggu agar kadernya dipecat.
"Tapi jika desakan datang dari partai koalisi, SBY bisa mengatakan 'hal ini saya ambil dengan berat hati karena desakan koalisi," tandas Saiful.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.