Berbeda dengan PDIP-Gerindra, Golkar Tak Dapat Limpahan Suara dari Sosok Aburizal

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 29 Juni 2013, 20:58 WIB
Berbeda dengan PDIP-Gerindra, Golkar Tak Dapat Limpahan Suara dari Sosok Aburizal
aburizal bakrie
rmol news logo Fenomena yang ada di Partai Gerindra dan PDI Perjuangan dinilai terbalik dengan yang ada di Partai Golkar.

Elektabilitas PDIP terangkat dengan adanya sosok Joko Widodo. Sedangkan tingkat keterpilihan Gerindra terderek oleh figur Prabowo Subianto.

"Golkar mengalami stagnasi karena deadlock-nya kursi Capres di tangan Ical (panggilan Aburizal Bakrie). Meskipun membaik dalam survei, namun tidak signifikan menyumbang suara ke Partai Golkar," jelas Direktur Eksekutif Institute for Transformation Studies (Intrans) Saiful Haq kepada Rakyat Merdeka Online (Sabtu, 29/6).

Dengan kondisi seperti ini, Golkar pasti akan berhitung untuk memperbaiki diri dalam Musyawarah Nasional 2015.

Sebagaimana kekalahan Social Democratic Party (SPD) Jerman pada 2004 dan 2008, yang kemudian menghasilkan resolusi peremajaan SPD yang sudah sangat tua secara usia pengurus. Maka lahir lah ketua-ketua partai berumur 40-an tahun.

Menurutnya, Golkar juga harus melakukan itu dalam Munas 2015 mendatang.

"Saatnya untuk melakukan kritik oto kritik ke internal partai. Dalam konteks internasional yang berubah (jaman kembalinya Asia), Golkar harus melahirkan tokoh yang sarat pengalaman, diterima dunia internasional, tegas, solutif, cepat dan mungkin sedikit berkarakter kuat," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA