Mantan Menko: Kok Pemerintah Tahu Persis Orang-orang Terkena Dampak Kenaikan BBM

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 24 Juni 2013, 23:20 WIB
Mantan Menko: Kok Pemerintah Tahu Persis Orang-orang Terkena Dampak Kenaikan BBM
Kwik Kian Gie/ist
RMOL.  Pemerintah menyiapkan sejumlah program kompensasi untuk meringankan beban masyarakat atas kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Salah satunya adalah Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM). Total dana BLSM yang diberikan untuk 15,5 juta rumah tangga sasaran (RTS) sebesar Rp 9,3 triliun.

"Kalau itu lucu," ujar ekonom senior Kwik Kian Gie kepada Rakyat Merdeka Online petang tadi (Senin, 24/6) saat dimintai pendapat atas kebijakan pemerintah soal BLSM tersebut.

Mantan Menko Perekonomian heran bagaimana caranya pemerintah bisa mengetahui jumlah masyarakat dari semua rakyat Indonesia yang terkena dampak kenaikan harga BBM tersebut.

Bahkan, pemerintah tahu persis orang per orang yang terbebani sehingga harus diberikan bantuan.

"Cara mengindentifikasi orang yang terkena dampak kenaikan BBM itu bagaimana? Walaupun dia pakai ukuran yang pendapatannya atau pengeluarannya tidak melebihi sekian dolar begitu, OK, tapi tidak semua kena dampak kenaikan BBM. Itu (menganggap semua terdampak) ngawur total," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA