"Sudah lama tahu Subsidi BBM tidak tepat sasaran, tapi tetap aja dilestarikan. Kenapa?" kata mantan anggota DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Alvie Lie, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 24/6).
Menurut Alvin Lie, SBY harus menjelaskan kepada publik mengapa subsidi BBM yang tidak tepat sasaran itu tidak diganti saja dengan sistem lain. Dengan hanya menaikkan harga BBM, itu artinya sama saja dengan terus memberi subsidi yang tidak tepat sasaran.
"APBN mubazir. Kenapa pmrintah tidak ubah sistem subsidi?" ungkap Alin Lie, yang dulu dikenal sebagai
Cowboy Senayan karena pandangan-pandangannya yang kritis dan tajam.
Karena itu, ungkap Alvin, pemerintah tidak cukup sekedar mengiklankan bahwa subsdi BBM tidak tepat sasaran. Pemerintah juga harus menjelaskan bahwa subsidi yang tepat sasaran itu seperti apa, dan siapa sebenarnya yang menjadi sasaran dari subsidi tersebut.
"Makin sering lihat iklan sosialisasi Harga BBM, jadi makin mangkel sama pemerintah. Dianya yang bodoh, anggap rakyat bodoh dan coba bodohin rakyat," tegas Alvin.
Alvin Lie pun mencatat, sejak tahun 2005 lalu, pemerintahan SBY selalu mengatakan bahwa subsidi BBM ini tidak tepat sasaran. Tapi anehnya, pemerintah sama sekali tidak mau mengubah sistem ini, dan hanya mengutak-atik harga BBM.
"Harga BBM jadi komoditas politik," tegas Alvin.
[ysa]
BERITA TERKAIT: