HARGA BBM NAIK

Susahkan Dulu Rakyat, Baru Pemerintah Datang Bawa Bantuan Seperti Dewa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 24 Mei 2013, 13:46 WIB
Susahkan Dulu Rakyat, Baru Pemerintah Datang Bawa Bantuan Seperti Dewa
saleh husin senyum
rmol news logo Fraksi Partai Hanura belum bersikap atas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2013, yang baru diserahkan pemerintah kepada DPR pekan lalu. Saat ini, Hanura masih mempelajari RAPBN-P yang antara lain terkait kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

"Insya Allah Minggu depan kami akan resmi bersikap setelah mendapat arahan dari Pak Wiranto," ujar Sekretaris Fraksi Hanura, Saleh Husin, (Jumat, 24/5).

Meski begitu, Saleh Husin memandang, pengalokasian dana kompensasi yang disiapkan pemerintah atas kenaikan harga BBM, itu lebih cenderung untuk kepentingan politik daripada kepentingan ekonominya, yaitu mensejahterakan masyarakat.

Hal ini terlihat dari timing menaikkan harga BBM dan memberikan dana kompensasi atau BLSM (Bantuan Langsung Sementara Masyarakat). Yaitu, menjelang Pemilihan Umum 2014.

"Rakyat dibuat susah dulu melalui kenaikan harga BBM lalu seolah-olah datang dewa penolong memberikan bala bantuan. Ini pernah dilakukan pada periode lalu. Jadi memang program ini syarat dengan muatan politik untuk kepentingan kelompok tertentu menjelang Pemilu," demikian Saleh, anggota Komisi V DPR RI ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA