Kemarin, kontributor
Sindo TV, Sukron, mengalami penganiayaan, saat meliput aksi demonstrasi mahasiswa Trisakti di depan Istana Merdeka, Jakarta.
“IJTI meminta polisi segera menangkap pelaku pemukulan Sukron, kontributor
Sindo TV yang sedang bertugas meliput aksi demonstrasi di Istana Merdeka,†tegas Ketua Umum IJTI Yadi Hendriana dalam keterangan persnya (Kamis, 23/5).
Peristiwa itu bermula, saat Sukron sedang mengambil gambar aksi dorong-mendorong antara Mahasiswa dengan aparat keamanan. Di tengah aksi dorong-mendorong itu, terjadi keributan antar sesama mahasiswa.
Sukron yang mencoba mengambil visual dicegah oleh sejumlah demonstran. Namun, sukron tetap berusaha mengambil gambar. Peristiwa itu berujung pada pemukulan beberapa mahasiswa Trisakti (demonstran) terhadap Sukron. Akibat penganiayaan ini, Sukron mengalami luka pecah di bagian bibir dan memar di beberapa bagian badan.
"Perlakuan tersebut, jelas bertentangan dengan UU Pokok Pers 40/1999 tentang menghalang-halangi tugas jurnalistik," imbuh Yadi.
Meski memang, Sukron sendiri telah melaporkan peristiwa penganiayaan tersebut ke Polda Metro Jaya. Karena itu, laporan Sukron tersebut harus ditindaklanjuti meski salah satu mahasiswa Trisakti yang menjadi pelaku kekerasan sempat mengaku sebagai anak dari petinggi Polri.
"Jika benar, pelaku adalah salah satu anak dari petinggi di Mabes Polri, IJTI meminta tidak ada perlakuan khusus terhadap pelaku," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: