"Saya diundang sebagai ketua umum Partai Golkar untuk membahas subsidi BBM," ujar Aburizal di kompleks Istana Negara, Jakarta Pusat, Rabu, (8/5).
Menurut Ical, sapaannya, subsidi BBM saat ini tidak tepat sasaran. 80 persen subsidi, dinikmati kalangan menengah ke atas. Sedangkan, 20 persen dinikmati kalangan menengah ke bawah.
Jika harga BBM naik, ia menyatakan harus ada kompensasi jangka pendek untuk masyarakat kurang mampu.
"Harga BBM untuk orang menengah dan kaya harus naik. Supaya harganya satu, maka harus berikan subsidi kepada yang membutuhkan, misalnya beasiswa, infrastruktur, dan lainnya," sambung seperti dikutip dari
JPNN.
Ical menyatakan partainya tidak menolak jika ada bantuan langsung sementara masyarakat (BLSM) saat kenaikan harga BBM. Namun, nilai BLSM ini harus didiskusikan lagi.
"Saya tidak menolak harus ada BLSM yaitu kompensasi yang sangat pendek untuk menahan gejolak kenaikan harga yang akan dirasakan rakyat miskin," kata Ical.
[zul]
BERITA TERKAIT: