Begitu berdasarkan survei Indo Barometer yang digelar pada 15-25 Maret 2014 dengan tema "Pemilih Muda: Evaluasi Pemerintahan, Citra dan Pilihan Parpol di Kalangan Pemilih Muda Jelang Pemilu 2014." Adapun
margin of error survey ini adalah 3 persen dengan total responden 1.200 pemilih muda yang berumur 16-30 tahun. Sedangkan metode yang digunakan adalah
multistage random sampling.
PDI Perjuangan berada diposisi teratas dengan 18,8 persen disusul kemudian oleh Partai Golkar dengan 17,5 persen. Uniknya, partai berkuasa sekarang, Partai Demokrat, tidak terlalu diminati oleh pemilih muda. Partai besutan Presiden SBY ini menempati perinkat keempat karena hanya diminati 4,8 persen pemilih muda.
Persentase Demokrat tersebut sangat jomplang dengan Gerindra yang berada di peringkat ketiga dengan 14,3 persen. Pun demikian, angka
floating mass atau massa mengambang pemilih pemuda masih sangat tinggi, yaitu sebanyak 30,3 persen.
Menanggapi prestasi PDI Perjuangan dan masih tingginya massa mengambang pemilih muda itu, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga DPP PDI Perjuangan, Maruarar Siraitm mengatakan bahwa partainya masih memiliki banyak pekerjaan rumah dan tidak boleh jumawa dengan hasil itu.
"PR kita adalah bagaimana merebut massa mengambang, bagaimana merebut massa dr partai lain, bagaimana mengamankan kader partai kita," tegas Maruarar dalam Rakorbid Pora IV Nasional DPP PDI Perjuangan, yang mengusung tema "Pemuda Pelapor Menang Bersama Rakyat" di kantor DPP PDI Perjuangan, Jalan Lenteng Agung, Jakarta Selatan (Kamis, 25/4).
"Kita juga harus lebih banyak lagi merekrut kader muda secara sistematis, kemudian kita lakukan kaderisasi agar mereka berisi," sambung Ara, panggilan akrab Maruarar Sirait.
Hal ini dilakukan karena PDI Perjuangan menargetkan menang di Pemilu 2014. Jadi, lanjut Ara, harus ada pergerakan masif terhadap rekruitmen kaum muda untuk mendukung target tersebut.
"Karena target kita menang pilpres dan pileg. Jadi ini saatnya PDIP berhenti jadi partai oposisi, tapi bukan dengan bergabung ke pemerintah, tapi melalui pemilu," ujarnya lagi.
[ysa]
BERITA TERKAIT: