Makanya tak heran, belum lama ini calon Gubernur Sumatera Utara Chairuman Harahap menyempatkan diri mampir ke kampung kelahiran HMS di Labuhan Bilik di sela-sela mengunjungi Kabupaten Labuhan Batu meninjau lokasi kebakaran di Desa Sei Berombang, Kecamatan Panai Hilir. Cagub Golkar ini sekaligus juga menyalurkan bantuan kepada para korban.
Apalagi, bagi cagub yang diusung Golkar dan PPP ini, sosok HMS tidak asing. Makanya, setelah menyeberang sungai naik perahu beserta rombongan, di hadapan para tokoh setempat, Chairuman mengenang sosok tokoh pers pejuang, yang meninggal dunia pada 26 April 1995 dalam usia 89 tahun lalu itu.
"Mohammad Said adalah tokoh pers di masa penjajahan yang dikenal sebagai pejuang kemerdekaan kita. Mohammad Said saya kenal sejak muda. Saya membaca pikiran-pikiran beliau yang merupakan sosok nasionalis. Di samping itu juga beliau pernah menjadi anggota TNI," kata Chairuman.
Tak hanya itu, di mata Chairuman Harahap, Mohammad Said juga merupakan sosok yang patut dibanggakan. Karena, Mohammad Said tak hanya dikenal sebagai wartawan, tapi juga tokoh pejuang ekonomi rakyat lemah.
Pada kesempatan yang sama, anggota Komisi VI DPR ini juga mengenang sosok alm. Hajjah Ani Idrus, istri Said yang meneruskan perjuangannya membela kemerdekaan rakyat, khususnya demi kebenaran dan keadilan rakyat kecil.
Dalam kunjungan itu, Chairuman didampingi salah satu cucu almarhum Said, Avian Tumengkol bersama rombongan Tim Chairumah di Pilkada Sumut 2013.
Soal ketokohan Said diakui seorang mantan lurah setempat, Ashari Hasibuan. Bagi Ashari, pendiri Harian
Waspada ini meninggalkan kenangan yang berkesan bagi masyarakat Panai Hilir. "Mendiang Mohammad Said merupakan putra daerah Labuhan Bilik. Beliau banyak berkontribusi untuk pembangunan daerah ini," jelasnya.
Salah satu bentuk kontribusinya untuk daerah ini adalah dengan membuat pelabuhan demi kelancaran transportasi. Namun sayangnya, pelabuhan tersebut kini tak beroperasi, tak bersisa karena tak dirawat.
Seorang tokoh masyarakat Labuhan Bilik lainnya, turut mengenang Mohammad Said. "Pribadi yang hangat dan ramah. Beliau sering berkunjung dan bersilaturahmi ke sini. Orang tua kami pun mengenal sosok beliau yang mau berjuang untuk Indonesia." kata Natriyan Yunas yang juga anggota PPP itu.
Avian Tumengkol sendiri berterima kasih atas kenangan Chairuman terhadap kakeknya, yang mereka panggil atok. Bagi Avian, merupakan suatu kehormatan bagi keluarga mereka dimana Chairuman berkenan mengenang atoknya di kampung kelahirannya secara langsung.
"Saya bahkan terkadang melihat dan merasa ada auranya Atok dalam sosok Pak Chairuman. Mereka sama-sama sosok pejuang yang punya nilai-nilai idealisme yang persisten," kata Avian, Pemimpin Redaksi
Waspada Online yang juga Koresponden Kepresidenan Harian
Waspada itu.
[zul]
BERITA TERKAIT: