"Saya kerja di
oil company. Saya profesional. Jadi saya mau menikmati kepintaran saya dalam masalah minyak dan gas bumi," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 30/1).
Dia tidak menampik setelah keluar dari Gerindra sekitar Juli 2012 lalu pernah ada isu sebuah partai politik ingin mendekatinya. "Tapi itu hanya wacana dari pihak sana saja. Tidak pernah ada
action apapun," ungkapnya.
Meski begitu, bukan berarti dia tidak tertarik dengan partai politik. "Cuman belum waktunya," ungkapnya.
Karena saat ini dia masih ingin bekerja profesional, sebagaimana alasannya keluar dari partai bentukan mantan Danjen Kopassus Letjen (Purn) Prabowo Subianto itu. Tapi dia memastikan, akan tetap mengikuti dinamika dan masalah-masalah kebangsaan.
"Kalau masalah kenegaraan, selalu kita pikir dong. Kami tetap melihat, memantau memonitor. Dan bidang saya dulu di UI juga Studi Politik dan Pemerintahan Indonesia. Jadi secara alamiah tidak mungkin saya tinggalkan," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: