Demikian disampaikan pengamat politik senior AS Hikam (Rabu, 30/1) menanggapi survei LSI dimana dari 1200 responden, hanya 34,32 persen yang merasa puas terhadap kinerja kabinet secara keseluruhan. Sementara 57,78 persen merasa tidak puas.
AS Hikam mengaku pernah mengatakan bahwa de facto, pemerintah bekerja efektif hanya sampai 2012. Karena masuk tahun 2013, para Menteri mulai terpecah konsentrasinya kepada pemenangan Pemilu parpol masing-masing. Bahkan para menteri yang bukan dari parpol pun, seperti Dahlan Iskan (DI) mulai ancang-ancang nyapres.
"Padahal, lingkungan strategis, (nasional, regional, dan global) tidaklah kondusif bagi Indonesia," ungkap Hikam.
Presiden, sambungnya, akan sangat dirugikan jika para menteri lebih mementingkan agenda mereka masing-masing dan tidak lagi konsisten dengan sumpah dan janji sebagai pembantu-pembantu beliau. "Dan akibatnya, bangsa dan negara pun jelas dirugikan," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: