Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Din Syamsuddin mengaku senang atas lima solusi yang disampaikan Presiden SBY terkait konflik KPK-Polri.
â€Hanya saja saya sudah diÂkonÂtak sejumlah rekan yang meÂrasa khaÂwatir ada bargaining atas soÂlusi itu. Sebab, KPK dalam poÂsisi di atas angin,’’ kata Din SyamÂÂsuddin kepada Rakyat MerÂdeka, di Jakarta, kemarin.
Lima solusi yang disampaikan SBY; Pertama, penanganan huÂkum dugaan korupsi Simulator SIM yang melibatkan Irjen Pol Djoko Susilo agar ditangani KPK dan tidak pecah.
Kedua, keingingan Polri unÂtuk meÂlakukan proses hukum terÂÂhadap Kompol Novel BasÂwedan saya pandang tidak tepat baik dari segi timing maupun caÂranya.
Ketiga, penugasan para peÂnyiÂdik Polri di KPK selama emÂpat tahun dan dapat dipÂerpanjang deÂngan koordinasi dengan KaÂpolri. Keempat, revisi Undang-UnÂdang KPK tidak tepat dilaÂkukan saat ini. Kelima, KPK dan Polri diminta memperbaharui MoU dan dipaÂtuhi serta dijalanÂkan.
Din Syamsuddin selanjutnya meÂÂngatakan, biar tidak ada tafÂsiran negatif atas solusi itu, KPK diharapkan menuntaskan kasus Bank Century.
Berikut kutipan selengkapnya:
Ya, saya khawatir. Sebab, banÂyak kalangan menilai jangan-jangan solusi yang ditawarkan yang terkesan memberi angin keÂpada KPK itu ada bargaining terÂtentu. Makanya KPK harus diÂawasi. Jangan sampai terlena. Karena ada kasus-kasus besar yang berkait dengan kekuasaan yang perlu dituntaskan seperti kaÂsus Century.
Bukankah KPK tidak mau diintimidasi?
Itu yang kita harapkan. Tapi waÂjar saja juga kalau ada seÂjumÂlah kalangan yang merasa khaÂwatir.
Apa landasan kekhawatiran itu?
Ada kesan masalah ini diÂbiarÂkan beralatur-larut, sehingga konÂflik memuncak, kemudian munÂcul solusi. Dari solusi itu renÂtan terhadap bargaining. Mudah-mudahan tidaklah.
Harusnya bagaimana?
Saya hanya berpesan agar tidak ada masalah yang ditangani berÂlarut-larut. Toh yang rugi maÂsyarakat juga. Masalah kecil ini dan tidak terlalu serius sebeÂnarÂnya bisa dituntaskan dalam waktu singkat. Apa lagi kan banyak mÂasalah-masalah besar yang seÂdang menunggu penyelesaian PreÂsiden.
Anda melihat lima solusi itu sudah tepat?
Saya melihat lima poin solusi yang disampaikan Presiden sudah baik. Saya kira itu jalan tengah. Tinggal sekarang bagaimana mengÂÂÂeksekusi solusi itu.
Sebab, banyak perintah PresiÂden yang baik-baik itu tidak jalan dengan baik di lapangan. Mudah-mudahan kali ini bisa terlaksana.
Ada yang bilang pidato PreÂsiden bersayap, apa komentar Anda?
Pernyataan Presiden memang sering bersayap, maka tergantung kita menafsirkannya. Makanya kita tunggu eksekusinya.
Apa strategi agar KPK-Polri tidak berselisih lagi?
Poin-poin itu yang disamÂpaiÂkan SBY itu sudah tepat. Mudah-muÂdahan bisa tereksekusi dengan baik dan memang seharunya suÂdah dari awal dilakukan seperti ini.
Presiden khawatir dianggap mengintervensi bila masalah itu dituntaskan sejak awal?
Itu pendapat yang salah. Beliau bukan mengintervensi proses huÂkum, tapi menunaikan kewajiban seÂbagai pejabat negara.
Dengan mengatakan tidak mau mengintervensi, itu sama saja berÂkilah. Kalau tidak mau ada intervensi, kenapa ada pertemuan itu. Kenapa ada lima poin solusi. KeÂnapa tidak dari awal meÂnyamÂpaikan itu.
Apa tanggapan Anda soal penangkapan Novel?
Saya kok melihatnya lucu dan meÂmalukan. Di tengah penyiÂdikÂan kasus Simulator SIM, keÂnapa penyidik KPK ditangkap.
Apa tindakan itu tekanan keÂpada KPK?
Saya agaknya sulit menyatakan kalau tindakan Polri itu bukan seÂbuah tekanan. Tentunya kita seÂmua juga bisa membacanya seÂbagÂai sebuah tekanan politik by force. Nah ini harus dihindari dalam penegakan hukum. PeÂnegak hukum jangan melanggar etika itu sendiri dong.
Kalau bukan sebuah tekanan dan kalau betul Polri mau meneÂgakÂkan hukum dengan mengejar anggotanya yang terindikasi meÂlakukan pelanggaran, maka seharusnya jangan pilih-pilih. ApÂalagi kasus itu sudah lama. Selama ini kenapa tidak disidik.
Padahal, banyak juga kasus-kasus lainnya yang sudah meÂngeÂmuka melibatkan anggota Polri tapi kan tidak ada pasukan yang dikerahkan untuk menangÂkapnÂya.
Apa ada kaitannya dengan pengusutan kasus Simulator SIM?
Saya kok menegarai masalah Novel ini tidak terlepas dari kasus peÂÂmeriksaan perwira tinggi Polri yang terlibat pada kasus SimuÂlaÂtor SIM dan semua tentu memÂbaÂcanya ke sana. Mungkin Novel yang menjadi penyidik KPK dianggap keras saat melakukan tugasnya.
Apa dampak dari tindakan Polri itu?
Kalau ini benar dan oponi publik semakin besar dan kuat, maka ini bisa diartikan sebagai sebuah tindakan yang bersifat menghalangi penegakan hukum serta penindakan pada kasus korupsi.
Memangnya Anda menilai Novel seperti apa?
Novel nampaknya punya ideaÂlÂÂisme dalam dirinya. Polri ingin seolah mengorbankannya karena sikap independennya. Nah ini yang harus dilawan rakyat.
Maksudnya?
Kalau betul Novel menangani kasus perwira tinggi Polri dengan tegas, seharusnya itu diapresiasi. Masalah terbesar penyidik biaÂsanya adalah sikap keÂmandirian dan independensi. Maka dibuÂtuhÂkan orang-orang yang berani. Karena saat ini banyak orang taÂkut jabatannya hilang, takut diÂbunuh, dan takut dikorbankan. [Harian Rakyat Merdeka]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: