Akademi Golf Terbesar di Asia akan Dibuka di Indonesia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Rabu, 14 Maret 2012, 21:26 WIB
Akademi Golf Terbesar di Asia akan Dibuka di Indonesia
golf/ist
RMOL. Golf, sebuah permainan yang terdengar asing bagi masyarakat Indonesia. Apalagi, minim sekali prestasi negeri ini di cabang olahraga tersebut. Namun kini, dunia golf Indonesia akan mendapat angin segar karena sebuah akademi golf kenamaan asal Amerika Serikat akan membuka cabang di Indonesia.

Junior Players Golf Academy (JPGA), sebuah akademi yang telah berdiri selama 15 tahun di AS akan membuka cabang pertamanya di Asia. JPGA memilih Indonesia sebagai cabang pertamanya tersebut. JPGA akan membuka akademisi tersebut pada bulan Juni ini di wilayah Sentul Highlands, Bogor.

Menurut General Manager JPGA James Quilley, Indonesia dipilih karena letaknya yang strategis karena bisa dijangkau oleh hampir sebagian besar negara-negara di Asia, seperti Malaysia, China dan Filipina. Selain itu, faktor keindahan alam juga membuat Indonesia memiliki nilai tambah tersendiri.
James berharap akademi yang memiliki fasilitas terbesar dan terlengkap di Asia ini akan diminati oleh masyarakat Asia, khususnya Indonesia, sehingga menjadikan Indonesia sebagai negeri pusat akademi golf di Asia.

"60 persen pegolf datang dari Asia, dan ini sangatlah potensial bagi Indonesia," ujar James kepada para wartawan di Sentul Highlands, Bogor (Rabu, 14/3). Hadir dalam pertemuan dengan wartawan tersebut, Presiden JPGA Keith T Bach dan kepala Instruktur Chris Treamblay.

Akademi ini nantinya akan secara resmi dibuka pada bulan Juni. Para akademisi golf di akademi ini akan dilatih langsung oleh instruktur dari JPGA yang selama ini melatih di AS. Setiap pelatih nantinya akan melatih maksimal 6 siswa. Ini dilakukan agar para pelatih bisa fokus dalam mengembangkan bakat yang dimiliki para akademisi.

Hingga saat ini, lulusan JPGA AS telah menelurkan sejumlah pemain golf hebat untuk kalangan mahasiswa. James mengakui bahwa sebagian besar lulusan JGPA memang belum terkenal layaknya Tiger Woods, namun ia menyebutkan bahwa banyak lulusan JPGA yang menjuarai kompetisi di negaranya masing-masing.

Dalam tahap permulaan, JPGA, memang hanya akan menggunakan pelatih asal AS saja. Namun, ini tidak menutup kemungkinan bagi pelatih lokal yang memiliki standar kualitas kepelatihan di JPGA untuk diberdayakan melatih di JPGA. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA