Tapi, dua orang dari massa meninggal dunia.
Hal itu dikemukakan Kapolda Nusa Tenggara Barat (NTB) Brigjen Arief Wachyunadi di sela-sela rapat kerja bersama Mabes Polri dengan Komisi III DPR di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/2).
Lebih lanjut dia menjelaskan, kasus ini sedang diproses.
"Visum tidak ditemukan proyektil, lukanya tembus begitu saja. Tembus karena apa, kita belum tahu. Ini masih dalam penyelidikan uji balistik," paparnya.
Meski begitu, dia mengakui, aparat di lapangan menggunakan senjata tajam. Lanjutnya, senjata tajam itu ada yang dipakai dan ada yang tidak.[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: