"Tadi kita sudah menerima laporan dari Sekjen, pemborong dan Biro Pengawas, alhamdulillah mereka sepakat kursi itu dikeluarkan dalam satu dan dua hari ini. Itu akan diganti," kata Wakil Ketua Badan Kehormatan DPR RI, Siswono Yudhosudo di gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta (Senin, 30/1).
Ditambahkan bekas menteri Perumahan era Orde Baru ini, kursi dari Jerman itu akan diganti dengan kursi produksi dalam negeri. "Harganya berapa belum tahu persis, tapi sekitar 1,5 sampai 2 juta," ucapnya.
Selain kursi, sound system juga akan disederhanakan. Lampu buatan Belanda juga akan disederhanakan. Aksesoris yang merupakan kelengkapan ruangan, seperti lukisan dinding bernilai ratusan juta juga akan ditiadakan. Kaca yang memisahkan balkon juga ditiadakan.
"Video wall 3 buah menurut hemat kami yang pantas 2 saja. Cukup depan dan belakang biar orang bisa melihat. Dari rapat tadi sudah diputuskan itu bisa ditarik dan diambil kembali oleh suplair yang bersangkutan," kata Siswono.
DK juga telah meminta agar karpet buatan Amerika Serikat yang harganya Rp 900 juta ikut dibongkar karena sangat berlebihan. Tapi karena pertimbangannya sudah terlanjur dan sulit diperbaiki lagi kalau karpetnya dibongkar, maka itu tidak jadi dilakukan.
"Kalau dihitung bisa berkurang hingga Rp 5 miliar sampai Rp 5,2 miliar. Totalnya kalau dikurangi, habisnya sekitar Rp 14 miliar dari hitungan awal Rp 20 miliar," tutup Siswono.
[dem]
BERITA TERKAIT: