Senator: Jangan Salahkan Masyarakat Desa Aek Kanan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Jumat, 20 Januari 2012, 19:51 WIB
RMOL. Anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Rahmatsyah meminta aparat dan pengusaha membuka hati untuk tidak mencaplok tanah milik rakyat.

Hal itu disampaikan Rahmatsyah terkait kerusuhan yang terjadi akibat sengketa lahan antara warga Desa Aek Kanan, Kecamatan Dolok Sigompulon, Kabupaten Parang Lawas Utara, Sumatera Utara dengan perusahaan PT Tanjung Siram.

"Sekarang para pelaksana negara dan pengusaha harus membuka hati. Masyarakat tidak bisa disalahkan dan digusur begitu saja, karena tanah mereka itulah kehidupan mereka. Kalau diambil pasti mereka akan berani mati," kata dia di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Jumat, 20/1).

Rahmatsyah menyayangkan sikap warga yang bertindak anarkis, karena hal itu perbuatan melanggar hukum. Makanya ia meminta masyarakat bisa menahan diri, tidak terpancing dengan hal-hal yang tidak benar yang justru akan merugikan mereka.

"Kalau kita sudah benar, jangan buat kesalahan lagi," imbaunya.

Senin kemarin, warga Desa Aek Kanan marah dengan penyerobotan lahan milik mereka, lalu membakar kamp milik PT Tanjung Siram. 17 rumah, dua truk diesel, satu mobil pickup dan satu pos milik perusahaan yang terletak di Desa Aek Kanan dibakar. Polisi mengamankan 48 warga dari lokasi kejadian. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA