Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, sedikit membuka tabir ini. Pramono Anung mengatakan sudah memanggil Sekjen DPR, Nining Indra Saleh, dua hari lalu. Dari situ Pramono mendapatkan laporan lengkap bahwa ada surat permintaan dari Banggar untuk merenovasi ruangan. Surat itu dibuat pada Juli dan Agustus 2011.
"Intinya (dalam surat itu), Banggar memerlukan ruangan yang representatif," kata Pramono di gedung DPR/MPR Jakarta (Rabu, 18/1).
Sementara itu, masih kata Pramono,
design ruangan ditentukan oleh ketiga belah pihak, yaitu Setjen, BURT dan Banggar. Ketiga pihak ini juga yang akhirnya menentukan alokasi anggran.
"Dalam proses ini sudah jelas terlihat siapa yang mememinta ruangan itu," demikian Pramono.
[ysa]
BERITA TERKAIT: