Ia menegaskan selama ini nasehatnya belum begitu diindahkan oleh sang Setjen.
"Terpaksa hari ini saya berikan peringatan secara tertulis. Ini sudah disepakati kelima Pimpinan DPR. Sebelumnya selalu saya sampaikan nasehat dan peringatan secara informal agar segala pengadaan barang disampaikan pada pimpinan. Saya katakan walaupun ada anggarannya belum tentu harus digunakan anggaran tersebut. Eh ini saya masih saja kecolongan," papar Marzuki di Ruangan kerjanya Gedung DPR (Jumat, 13/1).
Saat ditanya soal wacana pemecatan Sekjen yang sempat terlontar dari mulutnya beberapa hari silam, ia mengatakan akan melihat reaksi Sekjen terhadap surat yang dikirimnya. Apakah ada perbaikan kinerja atau tidak. Selain itu pun ia mengaku harus mengkomunikasikan hal tersebut lebih lanjut dengan Pimpinan DPR yang lain.
"Sekjen itu kan bertanggungjawab pada Pimpinan DPR, tapi dipilih
Presiden," tukasnya.
Yang jelas, aku Marzuki Alie, dirinya kecewa dengan sikap Nining yang terkesan selalu menghindar dari tanggung jawab. Sebagai pejabat eselon 1 A, menurutnya tidak pas bila Nining mengatakan pihaknya hanya pelaksana.
"Eselon 1 A itu terlalu tinggi kalau hanya jadi pelaksana, itu tugasnya eselon
III. Eselon satu itu ambil kebijakan, menegur kalau ada anak buahnya yang bermasalah," katanya lagi.
[dem]
BERITA TERKAIT: