Ketika ditanyai wartawan setelah menghadiri rapat fraksi Demokrat di gedung Nusantara II DPR, Jakarta, Anas tidak berkata apa-apa soal nama-nama kandidat capres yang beredar di masyarakat. Tapi ketika disinggung soal namanya yang dipasang oleh beberapa lembaga survei, Anas menjawab singkat.
"Anas itu enggak potongan jadi capres," singkatnya dengan nada merendah.
Terakhir kali, nama Anas Urbaningrum disebut dalam hasil riset lembaga Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia. Mantan anggota KPU itu dinilai sebagai kandidat dengan citra paling negatif di antara sembilan tokoh kandidat Capres 2014. Kesimpulan itu dijaring dari penelitian terhadap tujuh surat kabar nasional,yaitu
Kompas, Media Indonesia, Indopos, Republika, Rakyat Merdeka, Suara Pembaruan dan
Seputar Indonesia. Waktu pengumpulan data dimulai dari 1 Januari sampai 31 Desember 2011 dengan menggunakan metode analisis isi tematik.
"Dari data artikel media yang kami himpun, kasus korupsi di Kemenpora mendominasi isu tentang Anas Urbaningrum, sebanyak 47 persen, baru menyusul isu Pipres 2014-nya," ungkap Direktur Riset Developing Countries Studies Center (DCSC) Indonesia, Abdul Hakim, dalam konferensi pers laporan tahun 2011 "Popularitas Tokoh Nasional/Kandidat Capres 2014" di kantornya Jalan Tongkol, Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (7/1).
[ald]
BERITA TERKAIT: