PERANG IRAK

Blackwater Sepakati Gugatan Keluarga Korban yang Tewas

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 08 Januari 2012, 08:16 WIB
Blackwater Sepakati Gugatan Keluarga Korban yang Tewas
ILUSTRASI/IST
RMOL. Perusahaan jasa keamanan swasta atau private military company Blackwater yang disewa pemerintah Amerika Serikat saat menginvasi Irak akhirnya sepakat untuk menyelesaikan kasus kematian empat personilnya yang tewas dalam penyergapan tahun 2004 secara hukum.

Keluarga korban menganggap bahwa Blackwater, yang kini telah berganti nama menjadi Xe, telah mengekspos anggotanya untuk bekerja di medan perang yang memiliki resiko tinggi, tanpa diimbangi dengan perlindungan yang tepat seperti tanpa kendaraan lapis baja, senjata otomatis dan jumlah yang diperlukan personil.

Kempat korban tersebut adalah Wesley Batalona, Scott Helvenston, Michael Teague dan Jerry Zovko yang disergap dan ditembak mati oleh gerilyawan Irak, saat mereka sedang mengendarai truk untuk mengambil peralatan dapur dari sebuah pangkalan militer AS. Insiden ini terjadi di Fallujah Irak pada tahun 2004 saat AS menginvasi Irak.

Keluarga korban, sebagaimana dilansir BBC (Sabtu, 7/1) akhirnya lega setelah pihak Blackwater sepakat untuk mengganti kerugian yang dialami keluarga korban. Istri Scott Helvenston, Patricia Irby, mengatakan sangat senang dengan hasil yang ia perjuangkan ini.

"Aku senang semuanya sudah berakhir, ini merupakan perjuangan yang keras," demikian Patricia Irby. [ysa]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA