Media Korut Propoganda Rakyat Siap Mati Membela Kim Jong Un

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 01 Januari 2012, 13:39 WIB
Media Korut Propoganda Rakyat Siap Mati Membela Kim Jong Un
kim jong un
RMOL. Sebuah media milik pemerintah Korea Utara tak henti-hentinya mempropagandakan kepada semua elemen di negara tersebut untuk membela sampai mati pemerintahan baru mereka yang dipimpin, Kim Jong Un.

"Seluruh partai, seluruh militer dan seluruh rakyat harus memiliki satu keyakinan kuat bahwa mereka akan menjadi benteng manusia dan perisai manusia dalam membela sampai mati Kim Jong-Un, dan mematuhi partai besar untuk selamanya," tulis sebuah tajuk rencana Tahun Baru media pemerintah Korea Utara sebagaimana dikutip KCNA (Minggu, 1/1).

Hal ini dilakukan oleh media pemerintah Korea Utara mengingat Kim Jong Il, ayah Kim Jong Un, pernah berjanji dia akan membawa negara yang menutup diri dari dunia internasional itu menjadi suatu negara yang kuat dan sejahtera pada 2012. Tepatnya pada tanggal 15 April yang juga menjadi ulang tahun ke-100 lahirnya mendiang Presiden Kim Il Sung, pendiri negara itu, kakek dari pemimpin sekarang.

"Tahun ini adalah tahun di mana rencana Kim Jong-Il untuk mencapai kesejahteraan akan membuahkan satu hasil yang cemerlang," kata tajuk rencana itu.

Selain itu Tajuk rencana itu juga berikrar akan mengkonsolidasikan angkatan bersenjata dan mendesak Amerika Serikat untuk segera menarik 28 ribu pasukannya dari Korea Selatan.

Kemarin (Sabtu, 31/12) Kim Jong Un secara resmi diumumkan sebagai panglima tertinggi militer Korea Utara yang berkekuatan 1,2 juta personel atau terbesar ke empat di dunia menggantikan ayahnya.

Ekonomi Korut, sebagaimana dipropagandakan media Barat, telah mengalami krisis pada 2010. Menurut bank sentral Korsel, pabrik-pabrik kekurangan listrik dan bahan-bahan mentah. Di luar Kota Pyongyang, jutaan orang setiap hari berjuang hanya untuk mencari makanan bagi mereka sendiri dan keluarga mereka. Kekurangan pangan yang mulai terjadi pertengahan tahun 1990-an menewaskan ratusan ribu orang. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA