"Saya tidak lebih dari dari 12 persen, tidak lebih dari itu. Saya termasuk orang yang tidak mau memanfaatkan anggaran untuk hal-hal yang tidak perlu," ujar Pramono kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (22/12).
Dia mengaku tidak pernah memaksakan diri ke luar negeri jika tidak terlalu penting. Seluruh pimpinan DPR, katanya, menyerap anggaran rata-rata di bawah 20 persen. Secara keseluruhan paling hanya 12 persen anggaran yang dipakai.
"Jadi jangan lihat kesalahan pimpinan ya. Kalau pimpinan mau keliling dunia tiap hari kan bisa. Tapi untuk apa kalau tidak ada manfaatnya. Padahal kalau kunjungan muhibah itu pimpinan bisa setahun empat kali. Tetapi rata-rata hanya sekali dipakai. Bahkan Pak Taufik (Kurniawan) belum pernah kunjungan muhibah," ujarnya.
Lagipula, pimpinan tidak tahu menahu mekanisme penganggaran karena tidak ikut dalam pembahasan anggaran di Badan Anggaran.
"Memang yang sering kurang itu justru di komisi-komisi. Seringkali mereka kekurangan," ungkapnya.
"Beginilah, yamg mengkritik itu harus paham terlebih dahulu. Kalau memang benar katakan 7 miliar yang digunakan pimpinan, itu wajib dikritik," tandasnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: