Tak Mau Melenggang Mulus, Golkar Tantang Yunus Periksa SBY

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Rabu, 30 November 2011, 20:04 WIB
Tak Mau Melenggang Mulus, Golkar Tantang Yunus Periksa SBY
ilustrasi/ist
RMOL. Partai Golkar rupa-rupanya tak mau Yunus Husein, yang dikabarkan didukung Partai Demokrat, terpilih begitu saja menjadi pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dalam uji kelayakan dan kepatutan beberapa saat lalu (Rabu, 30/11), Partai Golkar menagih komitmen dan keberanian Yunus membongkar skandal Century, termasuk memeriksa presiden SBY.

"Apa saudara Yunus berani bongkar Century? Apa saudara berani memeriksa orang-orang dekat presiden, Pak Boediono dan Sri Mulyani, termasuk memanggil presiden sendiri?" ujar anggota Komisi III DPR dari Fraksi Partai Golkar, Bambang Soesatyo, di gedung DPR, Senayan, Jakarta (Rabu, 30/11).

Pemeriksaan terhadap ketiganya, kata dia, penting dilakukan untuk mengecek soal kebenaran alasan penggelontoran dana Rp 6,7 triliun kepada Bank Century, dan adanya komunikasi antara SBY dengan Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan dan Boediono selaku Gubernur Bank Indonesia.

Menurut Bambang, alasan memeriksa ketiganya cukup kuat. Sebab, ada surat dari Sri Mulyani kepada Presiden SBY yang isinya menyebut kalau Bank Century tidak diselamatkan maka ganti rugi yang harus dibayarkan kepada nasabah hanya sebesar Rp 5,6 triliun. Surat yang lainnya, kata dia, menyatakan bahwa Bank Indonesia memberikan laporan yang kurang akurat.

"Ini tentu dibutuhkan akurasi," demikian Bamsoet. [dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA