Hal itu dikatakan Adnan dalam uji kelayakan dan kepatutan di ruang Komisi III DPR, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 30/11). Adnan merupakan calon kelima yang menjalani uji kelayakan tersebut.
Dalam pengamatan anggota Komisi Kepolisian Nasional ini, saat ini masih terdapat kelemahan di tubuh KPK. Misalnya, keterbukaan informasi dari KPK dan koordinasi dengan penegak hukum lainnya juga belum optimal.
"Kurang kesadaran untuk
pre emptive dan
preventif. Kuantitas SDM belum sebanding dengan beban kerja dan infrastruktur yang terbatas," ungkap Adnan seraya berjanji akan membenahi kelemahan KPK tersebut.
Bila terpilih menjadi pimpinan KPK, Adnan berjanji akan mendahulukan untuk menangani kasus-kasus yang berdasarkan aduan masyarakat daripada menindaklanjuti temuan Badan Pemeriksa Keuangan. "Dari Humas kemudian diseleksi. Selebihnya diserahkan pada polisi dan jaksa," tandas Pandu.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: