Demikian keterangan Kepala Penerangan Landasan Udara Halim PK, Gerardus Maliti, kepada wartawan beberapa saat lalu. Dalam sambutan KSAU disebutkan, sebagai salah satu komponen pertahanan negara, TNI Angkatan Udara harus dapat menjadi "
bargaining power" dalam upaya menyelesaikan konflik antar negara. Meski disadari, bahwa untuk membangun sebuah Angkatan Udara yang kuat tidaklah mudah dan memerlukan dana yang tidak sedikit.
Namun demikian, kebijakan TNI Angkatan Udara ke depan tetap mengarah pada upaya peningkatan kesiapan operasional TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, prioritas utama yang harus dilakukan terfokus pada upaya tercapainya kemampuan operasional yang optimal dari segenap satuan-satuan udara TNI Angkatan Udara.
"Sebagai pangkalan operasional, Lanud Halim Perdanakusuma menjadi salah satu pangkalan dengan tingkat operasional yang sangat tinggi, oleh karena itu seluruh personel Satuan Lanud Halim Perdanakusuma harus benar-benar memperhatikan masalah keselamatan terbang dan kerja yang menjadi dasar sebagai pegangan dalam setiap pelaksanaan tugas," kata KSAU.
Lanud Halim Perdanakusumah merupakan satuan pelaksana Koopsau I, dan sesuai kebijakan pimpinan, maka Skuadron Udara 45 menambah optimal tugas Lanud Halim. Skuadron Udara 45 merupakan skuadron angkut khusus VIP/VVIP yang dalam operasionalnya menggunakan pesawat jenis helikopter.
[ald]
BERITA TERKAIT: