Sekjen Nasdem: Kalau Partai Lain Cemburu, Silakan Buat TV Sendiri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 10 November 2011, 17:23 WIB
Sekjen Nasdem: Kalau Partai Lain Cemburu, Silakan Buat TV Sendiri
ahmad rofiq/ist
RMOL. Semenjak bos MNC Grup Hary Tanoesudibjo masuk menjadi bagian dari Partai Nasdem, desakan agar Komisi Penyiaran Indonesia mengawasai konten penyiaran televisi semakin kencang. Bahkan, saat ini sudah mulai ada usulan, seperti disampaikan Sekjen PPP Romahurmuzy, agar iklan partai politik diatur dalam RUU Pemilu.

Menanggapi hal tersebut, Sekjen DPP Partai Nasdem Ahmad Rofiq malah mengimbau kepada semua partai politik untuk tidak munafik. Karena, hampir semua partai politik juga melakukan hal yang sama, menggunakan televisi sebagai media penyampai pesan kepada masyarakat.

"Kita ini jangan munafik lah. Dulu Demokrat pasang iklan 'Katakan tidak pada korupsi' itu berapa bulan, enam bulan dia di media. PPP bikin iklan dimana-mana. Gerindra berapa lama dia menguasai TV. Apa itu bukan frekuensi publik juga," ungkap Rofiq kepada Rakyat Merdeka Online petang ini.  

Karena itu, Rofiq meminta semua partai untuk fair dalam masalah iklan politik tersebut. Sejalan dengan itu, dia menekankan, kalau ada partai yang mempunyai kesempatan yang seluang-luasnya beriklan di TV, mestinya partai lain juga melakukan hal yang sama.

"Mereka bikin saja iklan yang sama, kuasai seluruh TV. Kan nggak ada susah-susahnya. Toh masyarakat akan memberikan penilaian. Kalau cemburu dengan Partai Nasdem, bikin media yang sama dong," tantangnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA