"Wamen-Wamennya kan banyak dari luar (kementerian) yang bukan dari eselon satu di lingkungan kementerian itu sendiri," kata Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan, Romahurmuzy, kepada
Rakyat Merdeka Online tadi malam (Senin, 18/10).
Pria bersapaan Romy ini melanjutkan, kalau Presiden menekankan aspek profesionalitas dalam penunjukan menteri, mestinya yang diangkat adalah pejabat dari kementerian tersebut, bukan malah menunjuk banyak Wamen dari luar.
"Ini kan jadi profesionalitas setengah-setengah, saya tidak tahu membahasakannya seperti apa," katanya tanpa mau menyebut siapa saja Wamen yang bukan dari pejabat karir.
Tak itu saja, para Wamen itu juga berpotensi memiliki jarak psikologis dengan para Dirjen. Apalagi kalau sampai Wamen itu memiliki perbedaan mazhab pemikiran dengan menteri. Itu akan lebih merepotkan lagi.
Untunglah Menteri Agama Suryadharma Ali, yang juga Ketua Umum PPP, mendapat Wamen dari lingkungan Kementerian Agama sendiri yaitu Dirjen Bimbingan Masyarakat Islam, Nasaruddin Umar.
"Jadi masih ada kesinambungan," demikian Romi.
[ald]
BERITA TERKAIT: