"Kalau Gita neolib juga, tapi bukan kesadaran. Dia neolib karena memang pelaku bisnis di dunia global. Dia itu memang menikmati. Dia selama ini bisnisnya jual beli barang, lewat perusahaan grup Ancora," kata pengamat ekonomi politik Syahganda Nainggolan kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Sedangkan Mari E. Pangestu, masih kata Syahganda, marupakan neolib secara ideologi. Karena memang Mari Pangestu memiliki kesadaran dan memihak pada agenda dan pemikiran neolib itu.
"(Gita) ini lebih baik dari Mari Pangestu. Walaupun kita harus tetap waspada. Bisa jadi agenda-agenda meningkatkan kepentingan perdagangan dalam negeri, industrialisasi, proteksi terhadap usaha kecil menengah dan industri strategis itu dia belum teruji. Karena dia belum punya konsep," ungkap Syahganda.
Tapi, Syahganda yakin, kalau sering berdialog dengan orang-orang berpikiran kemandirian ekonomi, Gita akan berubah. Karena Gita, sekali lagi hanya seorang neolib pragmatis-praktis, bukan ideologis. Dalam konteks itulah Syahganda sepakat dengan penunjukan Bayu Krisnamurthi sebagai Wamen Perdagangan.
"Bayu memang lebih berpikir tentang bagaimana ekonomi mandiri dan kedaulatan energi, ekonomi. Dia lebih paham itu. Jadi kombinasinya bisa cocok," tandas pendiri Sabang Merauke-Circle ini.
[zul]
BERITA TERKAIT: