RESHUFFLE KIB II

Neolib Pragmatis, Pengganti Mari Pangestu juga harus Tetap Diwaspadai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 17 Oktober 2011, 13:34 WIB
Neolib Pragmatis, Pengganti Mari Pangestu juga harus Tetap Diwaspadai
syahganda nainggolan/ist
RMOL. Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu dan orang yang akan menggantikannya, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Gita Wirjawan sama-sama berpikiran neolib. Meski ada perbedaan di antara keduanya.

"Kalau Gita neolib juga, tapi bukan kesadaran. Dia neolib karena memang pelaku bisnis di dunia global. Dia itu memang menikmati. Dia selama ini bisnisnya jual beli barang, lewat perusahaan grup Ancora," kata pengamat ekonomi politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Sedangkan Mari E. Pangestu, masih kata Syahganda, marupakan neolib secara ideologi. Karena memang Mari Pangestu memiliki kesadaran dan memihak pada agenda dan pemikiran neolib itu.

"(Gita) ini lebih baik dari Mari Pangestu. Walaupun kita harus tetap waspada. Bisa jadi agenda-agenda meningkatkan kepentingan perdagangan dalam negeri, industrialisasi, proteksi terhadap usaha kecil menengah dan industri strategis itu dia belum teruji. Karena dia belum punya konsep," ungkap Syahganda.

Tapi, Syahganda yakin, kalau sering berdialog dengan orang-orang berpikiran kemandirian ekonomi, Gita akan berubah. Karena Gita, sekali lagi hanya seorang neolib pragmatis-praktis, bukan ideologis. Dalam konteks itulah Syahganda sepakat dengan penunjukan Bayu Krisnamurthi sebagai Wamen Perdagangan.

"Bayu memang lebih berpikir tentang bagaimana ekonomi mandiri dan kedaulatan energi, ekonomi. Dia lebih paham itu. Jadi kombinasinya bisa cocok," tandas pendiri Sabang Merauke-Circle ini. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA