"Bahwa dia mungkin berasal dari sana (Papua), kemudian memiliki karakteristik sana, tapi belum tentu mewakili politik orang sana kan. Jadi menurut saya itu semacam klaim saja sih," kata pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Meski begitu, kalau pun memang betul bahwa Freddy merupakan representasi Papua, hal itu dimaklumi. Karena SBY sedari awal berhati-hati dalam menyusun kabinetnya. Makanya, SBY selalu menggunakan politik representasi. Seperti representasi wilayah, representasi ormas besar tertentu hingga representasi partai politik masuk ke dalam pemerintahannya..
"Politik representasi lah kata kuncinya. Tetapi pada praktiknya kan representasi tidak mewakili. Apakah kalau orang Bali lalu merepresentasikan orang Bali. Seperti Menteri Kebudayaan Jero Wacik. Saya kira tidak juga," tegasnya.
Dan pernyataan vulgar Freddy Numberi bahwa dia adalah perwakilan Papua sangat tidak pantas. Justru pernyataan itu dikhawatirkan akan melahirkan primordialisme, bahkan mungkin etnosentrisme.
"Kalau semangat keetnisan terlalu tinggi, menurut saya, itu cikal bakal dari menguatnya primordialisme. Bahkan mungkin separatisme. Kalau misalnya tidak ada menteri dari Papua maka orang Papua mengklaim dari wilayahnya tidak cocok di NKRI. Itu kan cara berfikir yang keliru," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: