"Bagaimana pun
reshuffle itu adalah hak prerogatif presiden. Maka dia tidak dalam posisi menggaransi dirinya sendiri kan?" kata pengamat komunikasi politik Gun Gun Heryanto kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini.
Gaya komunikasi Freddy itu disebut sebagai
verbal agressif. Gaya komunikasi ini menunjukkan dia sedang terpojok dan harus melakukan mekanisme pertahanan diri yang berlebihan.
"Justru itu menunjukkan kekuatiran (dia akan dicopot). Dia sedang menyampaikan pesan kepada SBY sebenarnya. Dia meminta SBY, 'Masak sih kader sendiri dari Demokrat dan representasi Papua tetap di-
reshuffle'. Seandainya dia dalam posisi tidak terpojok, dia bisa lebih
calm, lebih
cool," tandas Gun Gun.
Sebelumnya, Freddy Numberi bersuara keras saat ditanya soal
reshuffle kabinet Indonesia Bersatu Jilid II. "Saya ini mewakili Papua, yang kedua saya Partai Demokrat. Ya sudah kau mikirkan saja itu," tegas Freddy di Hotel Pullman Kuta, Bali, Rabu malam (21/9).
[zul]
BERITA TERKAIT: