"Kayaknya hanya silaturrahmi. Beliau (Boediono) minta ketemu," kata Jurubicara PBNU Sulthan Fatoni kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.
Sulthan menepis anggapan sebagian kalangan bahwa kedatangan Boediono semakin meneguhkan kedekatan PBNU dengan pemerintah.
"Kalau dekat sih nggak ya," katanya.
Dia meluruskan,
frame kegiatan yang dibangun PBNU saat ini adalah dalam bidang sosial, budaya, ekonomi dan keagamaan. Makanya, komunikasi antara PBNU dengan pemerintah terkait dengan aspek tersebut. Karena itu, dalam tataran politik PBNU dikesankan dekat dengan pemerintah.
"Karena dalam konteks politik, ini ramai-ramai NU tidak bersuara, kalaupun bersuara, dalam tataran memberikan masukan-masukan positif, kesannya aja seperti itu (dekat dengan pemerintah). Kalau kritik-kritik keras kok. Soal TKI juga soal liberalisasi perdagangan dan aset (negara). NU juga keras," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: