Boediono Minta Bertemu, PBNU Tegaskan Kritis Terhadap Pemerintah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Senin, 26 September 2011, 11:30 WIB
Boediono Minta Bertemu, PBNU Tegaskan Kritis Terhadap Pemerintah
boediono/ist
RMOL. Wakil Presiden Boediono akan bertandang ke kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, siang ini sekitar pukul 12.00 WIB. Tidak ada agenda khusus kehadiran orang nomor dua di salah satu ormas terbesar di Indonesia tersebut.

"Kayaknya hanya silaturrahmi. Beliau (Boediono) minta ketemu," kata Jurubicara PBNU Sulthan Fatoni kepada Rakyat Merdeka Online sesaat lalu.

Sulthan menepis anggapan sebagian kalangan bahwa kedatangan Boediono semakin meneguhkan kedekatan PBNU dengan pemerintah.

"Kalau dekat sih nggak ya," katanya.

Dia meluruskan, frame kegiatan yang dibangun PBNU saat ini adalah dalam bidang sosial, budaya, ekonomi dan keagamaan. Makanya, komunikasi antara PBNU dengan pemerintah terkait dengan aspek tersebut. Karena itu, dalam tataran politik PBNU dikesankan dekat dengan pemerintah.

"Karena dalam konteks politik, ini ramai-ramai NU tidak bersuara, kalaupun bersuara, dalam tataran memberikan masukan-masukan positif, kesannya aja seperti itu (dekat dengan pemerintah). Kalau kritik-kritik keras kok. Soal TKI juga soal liberalisasi perdagangan dan aset (negara). NU juga keras," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA