Sayang, Anas Tak Tampil Layaknya Seorang Negarawan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 28 Juli 2011, 08:57 WIB
Sayang, Anas Tak Tampil Layaknya Seorang Negarawan
anas urbaningrum/ist
RMOL. Pemeriksaan Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum di Polres Blitar sebagai saksi pelapor kasus pencemaran nama baik dengan terlapor M. Nazaruddin terus mendapatkan kecamatan. Tindakan Polri itu dinilai berlebihan.

"Sampai kirim orang ke Blitar. Ini kok (Anas) seperti diistimewakan," ujar sosiolog dari Universitas Indonesia (UI), Tamrin Amal Tamagola, seperti dikutip dari JPNN pagi ini.

Anas menurut dia, mestinya memberikan  contoh sebagai seorang negarawan, yang tak perlu mendapatkan keistimewaan.

"Waktu almarhum Sri Sultan HB IX sebagai Wapres, beliau pernah mendatangi sendiri pemeriksaan tilang di Polda Metro Jaya," katanya membandingkan.

Kritik yang sama juga datang dari Presidium Indonesia Police Wacth (IPW) Neta S. Pane. Menurut Neta, kebijakan Polri itu bertolak belakang dengan keluhan polisi terkait dengan minimnya anggaran.

"Harusnya polisi menunggu saja Anas kembali ke Jakarta. Toh Anas saksi pelapor yang tidak sulit diperiksa," ujarnya.

Lagi pula, seharusnya polisi mendahulukan pemeriksaan dugaan korupsi dari penyataan Nazaruddin itu sebelum dugaan pencemaran nama baik. "Bagaimana kalau ternyata perkataan Nazaruddin benar?  Berarti, laporan Anas jadi gugur," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA