Hal dikatakan Ketua Dewan Pembina Sabang Merauke Circle, Syahganda Nainggolan, usai Dialog Ketenagakerjaan dengan tema Dilema Buruh Migran Antara Martabat Bangsa dan Devisa Negara, di Aula PP Muhammadiyah, Jalan Menteng, tadi malam.
"Dia (Demokrat) tidak mencerminkan gejolak yang terjadi di masyarakat. Jadi hati mereka itu tidak seiring dengan jiwa masyarakat. Karena masyarakat mengingikan ada perubahan signifikan dalam kepemimpinan Demokrat. Tapi SBY tidak melakukan itu," ungkapnya.
SBY, Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat yang juga Presiden RI, tidak mengambil tindakan tegas, karena kemungkinan problem yang dihadapi oleh para kadernya terlalu dalam sehingga tidak bisa dipecahkan laginya sendiri. Boleh jadi, kasus seorang berkait dengan kader lain, jadi saling kait-mengkait. Makanya, dalam pandangan Syahganda, Partai Demokrat masih menyimpan potensi konflik, ibarat api dalam sekam.
"Sampai sekarang bara itu tetap ada. Karena persolan (kepemimpinan) Anas Urbaningrum ini kan persolan yang sudah diangkat Mazuki Alie melalui SMS-nya. Tapi kan kemudian SBY tidak merespons positif. SBY cuman bilang sadarlah, mundurlah orang yang bermasalah," tandasnya.
Ramai diberitakan sebelum Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat digelar, elit partai itu, seperti Wakil Ketua Umum Max Sopacua, menegaskan, Rakornas bukan untuk Kongres Luar Biasa, tapi sebagai ajang pembersihan dari kader yang hanya memanfaatkan partai untuk kepentingan pribadi.
[zul]
BERITA TERKAIT: