SOMALIA

Dilanda Kekeringan, Tingkat Penderitaan Rakyat Sangat Mengerikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Minggu, 10 Juli 2011, 13:45 WIB
Dilanda Kekeringan, Tingkat Penderitaan Rakyat Sangat Mengerikan
somalia/ist
RMOL. Di tengah maraknya perompakan kapal asing, ternyata Somalia sedang mengalami masalah kekeringan terburuk yang mengancam 10 juta penduduk Somalia.

Saat ini, Somalia sangat membutuhkan lembaga bantuan asing untuk mengatasi hal tersebut. Namun sayang, masalah keamanan menjadi pengahambat masuknya bantuan asing ke negeri tersebut.

Kepala Badan pengungsi PBB, Antonio Guterres, meminta agar lembaga bantuan asing segera masuk ke Somalia untuk membantu korban kekeringan. Ia juga berharap agar PBB mampu mengatasi kendala keamanan yang selama ini menjadi hambatan bagi bantuan asing untuk memasuki wilayah Somalia.

"Kami (Badan Pengungsi PBB) sangat yakin bahwa tingkat penderitaan rakyat Somalia saat ini sangat mengerikan, dan itulah sebabnya kami bersikeras bahwa kita (PBB) harus segera melakukan sesuatu untuk memungkinkan bantuan asing masuk ke Somalia," ujar Guterres seperti dilansir BBC (Minggu, 10/7).

Menurut Guterres, PBB harus melibatkan kelompok-kelompok lokal Somalia termasuk kelompok Islam militan Al Shahab yang hingga saat ini masih terdaftar sebagai kelompok teroris oleh Amerika Serikat. Hukum Amerika melarang memberikan bantuan yang bisa membantu kelompok teroris, dalam hal ini Al Shahab, untuk mempertahankan dirinya.

Saat ini ribuan warga Somali harus berjalan kaki ke Ethiopia dan Kenya untuk mendapatkan bantuan. Dan kebanyakan dari mereka justru terjebak dalam konflik internal negara tersebut. [yan]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA