"Karena menjelang dua tahun saya lantik menjadi menteri, inilah pertama kali saya melantik pusat studi pendampingan untuk koperasi dan UKM," katanya di kampus UNS, Solo, Selasa (29/6).
Syarief pun tak sungkan untuk memuji civitas akademika UNS karena menaruh perhatian terhadap Koperasi dan UKM. Karena itu, dia pun menilai bahwa UNS adalah kampus koperasi dan UMKM.
"Artinya bahwa (bagaimana) keberpihakan kaum akademisi terhadap koperasi dan UKM, contohlah di UNS. Saya bangga. Mudah-mudahan, dan saya mengharapkan, bagaimana melakukan pendampingan, bagaimana menyerap ilmu UKM, memberdayakan, membesarkan koperasi dan UKM, datanglah ke UNS. Sekali lagi saya memberikan apresiasi yang tinggi terhadap UNS," ungkapnya.
Hal itu ia katakan setelah mendengar penjelasan Rektor UNS Prof. Rafik bahwa di kampus tersebut memiliki banyak doktor yang memiliki disiplin ilmu tentang koperasi dan UMKM. Bahkan, tak kurang dari 140 guru besar yang berlatarbelakang UKM.
"Maka saya ucapkan selamat. Karena inilah satu-satunya universitas yang memiliki kebanyakan ilmuannya berlatar belakang dari UKM," ungkapnya.
Seolah tak mau kalah dengan Rektor UNS yang sebelumnya menyebut bahwa dirinya bisa menjadi rektor karena disertasinya tentang UKM, Menteri Syarief pun mengaku sebelumnya bergerak di bidang UKM. Makanya, dia menyambut hangat tawaran Rektor untuk menjadi gurubesar UKM dari UNS.
"Saya merasa bangga tadi Pak Rektor meminta saya, mudah-mudahan (bisa menjadi profesor di UNS). Karena memang, S1, S2, dan S3 saya dari ekonomi. Mudah-mudahan profesor ekonomi saya dari UNS," harapnya yang langsung disambut gelak-tawa sambil tepuk tangan hadirin.
[ald]
BERITA TERKAIT: