"Orang yang menuding-nuding biasa saja," kata Tjatur kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 9/6).
Adalah Patrice Rio Capella yang menuding satu kursi PAN di DPR tidak sah. Saat ini kursi itu diduduki oleh Dewi Coryati, legislator asal Bengkulu.
Patrice Rio Capella yang juga mantan caleg PAN dari Bengkulu dengan nomor urut satu ini menuding Dewi telah memalsukan hasil Pemilu 2009 lalu saat akan menggugat KPU ke Mahkamah Konstitusi. Gugatannya itu dimenangkan MK karena KPU yang digugat tidak hadir sehingga MK tidak jeli memeriksa bukti yang dihadirkan Dewi. Akhirnya Rio gagal ke DPR dan Dewi yang melenggang.
Saat ditanya apakah Fraksi PAN akan mengkroscek tudingan Rio itu ke Dewi, yang saat ini duduk sebagai anggota Komisi VIII DPR, Tjatur hanya menjawab, "Kalau PAN yakin, semua kursi yang dipunyai PAN semuanya halal. Ya Gitu saja."
"Dia (Rio) dari partai mana sih?" Tjatur mempertanyakan.
Setelah diberi tahu bahwa Rio adalah mantan caleg dari PAN dan saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Nasdem, barulah politisi muda itu ngeh.
"Ohh ... saya lupa," katanya sambil tertawa kecil.
Selanjutnya, kalau memang mempermasalahkan kursi tersebut, Tjatur menyarankan Rio untuk melaporkannya ke MK dan lembaga penegak hukum.
"Gitu saja kok repot. Yang asyik-asyik saja lah," tandasnya.
Dewi Qoryati sebelumnya telah dihubungi lewat sambungan telepon. Tapi, meski bernada masuk, yang bersangkutan tak berkenan untuk mengangkat telepon selulernya. Tak hanya itu, pesan singkat yang dikirim pun tak dibalas.
Kepada
Rakyat Merdeka Online kemarin, Rio mengatakan dirinya telah melaporkan dugaan pemalsuan dokumen KPU itu ke Kepolisian. Tapi tak jelas bagaimana ujungnya sampai saat ini. Soal MK, kata Rio, Mahfud MD mengatakan, apabila jelas ada tindak pidana, MK akan membatalkan putusan yang memenangkan Dewi tersebut.
Meski mengungkit hal itu kembali, Rio menegaskan, bukan karena dirinya ngebet mau jadi anggota DPR.
"Saya hanya teringat kembali karena Dewan ingin menelusuri keberadaan kursi haram di DPR. Bukan karena aku ingin kembali menjadi dewan," katanya kepada
Rakyat Merdeka Online (Rabu, 8/6).
[zul]
BERITA TERKAIT: