"Rakyat bisa menilai, ada mereka yang bermain dua kaki. Seperti PAN, saya termehek-mehek melihat PAN. Satu pihak ingin pejabatnya jadi menteri, di pihak lain ingin pencitraan. Itu namanya main di dua kaki," tegas Jurubicara Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, kepada
Rakyat Merdeka Online, Senin (4/4).
Fraksi yang main di dua kaki, sebut Ruhut, selalu menjual nama rakyat untuk kepentingan kekuasaan. Ruhut yakin, rakyat sudah cerdas menilai rencana pembangunan gedung baru DPR, karena itu partainya sebagai partai pemenang Pemilu dan Pilpres 2009 tidak perlu melakukan klarifikasi pada rakyat soal sikap mendukung rencana kontroversial yang besok akan dibicarakan dalam rapat konsultasi di internal DPR.
"Klarifikasi ke rakyat, sama saja anggap rakyat luas itu bodoh. Tahun 2009 kami partai pemenang dan Pak SBY menang satu putaran. Kalau rakyat tidak suka sikap kami, ya jangan pilih lagi Ruhut Sitompul dan Demokrat pada 2014. Hormati saja mekanisme lima tahun," ucapnya lantang.
Ruhut menambahkan, anggota DPR jangan terlalu mudah menjual nama rakyat. Jika setiap mau mengimplementasikan kebijakannya DPR harus turun ke lapangan dulu untuk menjaring aspirasi rakyat, maka kinerja DPR akan semakin lambat.
"Anggota DPR jangan lupa dirinya adalah wakil rakyat, sudah dipercayakan rakyat untuk mewakili di DPR. Kalau mau bekerja harus tanya rakyat dulu, kapan kerjanya?" pungkas mantan bintang sinteron ini.
[ald]
BERITA TERKAIT: