Belakangan ini, Marzuki Alie kembali melontarkan pernyataan kontroversial terkait pembangunan Gedung DPR. Ucapan Marzuki untuk merespons wacana penggunaan metode survei untuk mengetahui aspirasi rakyat sebenarnya tentang rencana pembangunan bernilai trilunan rupiah itu.
"Ini cuma orang-orang yang elite yang paham dan bisa membahas ini, rakyat biasa enggak bisa dibawa. Kalau rakyat biasa dibawa memikirkan bagaimana perbaikan sistem, bagaimana perbaikan organisasi, bagaimana perbaikan infrastrukur, rakyat bisa pusing pikirannya,†ujar Marzuki Alie di gedung DPR, Jakarta, Jumat (1/4).
Kontan, pernyataan Marzuki itu ditanggapi hangat oleh publik. Ada yang mengatakan, Marzuki Alie tidak pantas menjadi ketua wakil rakyat karena sering tidak menghargai rakyat yang diwakilinya.
Bagaimana tanggapan Jurubicara Partai Demokrat sekaligus Anggota Komisi III, Ruhut Sitompul? Dalam konteks ini, Ruhut membela Marzuki.
"Kalau soal bencana Mentawai itu lain, saya kritis karena pernyataan dia (Marzuki) itu diarahkan langsung ke rakyat. 'Siapa suruh tinggal di pinggir laut' itu kan pernyataan kepada rakyat. Tapi kalau sekarang, pernyataan dia (soal pembangunan gedung DPR) itu lain," ucap Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online, sesaat lalu (Senin, 4/4).
Dimana letak perbedaannya? Bukankah pernyataan Marzuki terakhir ini juga mendapat protes keras dari rakyat?"Rakyat yang mana yang disakiti? Jangan sebentar-sebentar atasnamakan rakyat," seru Ruhut.
Menurutnya, dalam konteks pembangunan Gedung DPR, pernyataan Marzuki itu lebih ditujukan kepada rekan-rekan partai politik lain yang hanya gila pencitraan.
"PAN dan fraksi lain yang sudah setuju, apalagi Gerindra disitu, ada Pius Lustrilanang di BURT. Kalau mereka tak setuju mereka katakan 'kita tanya dulu ke rakyat'. Itu tandanya dia lupa bahwa dia sebenarnya wakil rakyat," tegas eks advokat dan pemain sinteron ini.
Ruhut tambahkan, anggota DPR yang gila pencitraan itu hanya mewakili suara LSM yang selalu menjual nama rakyat.
"Saya Ruhut Sitompul, peraih suara terbanyak di Dapilnya, tidak pernah sebentar-sebentar atasnamakan rakyat. Edie Baskoro (Sekjen Partai Demokrat) peraih suara terbanyak di DPR, tidak pernah sebentar-sebentar cengeng atasnamakan rakyat," tukas Ruhut.
[ald]
BERITA TERKAIT: