"Apa pun itu, itu keputusan Dewan. Keputusan lembaga alat kelengkapan Dewan (Badan Urusan Rumah Tangga), apa pun produk itu, adalah produk DPR," katanya saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Minggu, 3/4).
Terlepas dari tuntutan Fitra, jelasnya, DPR akan menggelar rapat konsultasi, Selasa depan. Pada rapat itu, DPR akan mencermati situasi terakhir, perkembangan terakhir, tentu berdasarkan pendapat dari fraksi-fraksi dan tentu saja mendengarkan aspirasi masyarakat.
"Apa pun keputusannya tidak ada kaitannya dengan itu (somasi dan gugatan Fitra)," tegasnya.
Politisi Partai Demokrat ini menerangkan, pimpinan DPR tidak berhak untuk membatalkan rencana pembangunan gedung DPR tersebut. Karena itu, hasil rapat konsultasi itu akan dibawa ke Rapat Paripurna. "Di situ nanti kita akan dengar (pendapat anggota)," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: