"Bisa saja daftar dalam DRI itu disebar pihak-pihak tertentu yang bermaksud mendiskreditkan. Yang pasti, situasi pecah belah, adu domba, kooptasi, bayar atau hajar terus menerus berlangsung di Indonesia," kata Noorsy dalam pesan singkat yang diterima
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/3).
Situasi yang ia gambarkan tersebut menjadi bukti lain bahwa ketahanan sosial bangsa Indonesia rapuh. Tapi dia juga memiliki penilaian tentang pencantuman nama-nama tersebut ke dalam struktur DRI, yang pernah disebarkan Sekjen Forum Islam Muhammad Al-Khaththath tahun lalu.
"Niat dari daftar nama-nama di DRI adalah memetakan orang-orang tertentu. Dengan pemetaan yang sedikit akurat, upaya meningkatkan strategi merapuhkan ketahanan sosial bangsa Indonesia menjadi lebih mudah lagi," tandasnya.
[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: