"Jadi itu menanggapi Nasional Demokrat yang menyebarkan SMS bahwa kalau setelah Pansus ini terjadi vakum kekuasaan, Nasdem siap mengabil alih kekuasaan dengan Presidennya Sultan dan wakilnya Surya Paloh dan siapa lagi itu," katanya saat dihubungi
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 23/3).
Nah, terangnya, SMS itu dimaksudkan agar Nasional Demokrat tidak sesumbar akan mengambil alih kekuasaaan. Umat Islam juga, tegasnya, siap mengambil alih kekuasaan bila terjadi kevakuman.
Namun, saat ditanya apakah meminta izin kepada nama-nama yang dicantumkan dalam struktur DRI tersebut, dia berkelit. Sambil berkelakar dia mengatakan, kalau dalam perang ya begitu, tidak mungkin ditanya-tanya lagi. "Jadi itu perang SMS, biar Nasional Demokrat tidak sok-sokan. Dan itu tahun lalu," katanya lagi.
[zul]
BERITA TERKAIT: