"Karena saya lihat akhir-akhir ini, beberapa kader PKS ada yang kebakaran jenggot menuding ada pihak ketiga yang bermain. Kalau menuding, saya hanya mau mengingatkan, apa pun namanya, bau itu tidak bisa ditutupi. Kalau itu bukan bau, selesaikan dengan baik," ungkap Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Selasa, 22/3).
Ruhut menilai, sekarang ini ibarat pepatah, nasi sudah menjadi bubur. Hal ini terjadi, karena selama ini PKS tidak menyelesaikan kasus yang diungkap oleh Yusuf Supendi itu dengan baik. Makanya, sebagai negara hukum, tentu laporan pendiri Partai Keadilan itu harus diselesaikan secara hukum pula.
"Pak Yusuf sudah melaporkan ke BK DPR dan KPK. Terus terang saja, silakan saja yang merasa tidak bersalah menyiapkan argumentasi. Jangan menuding pihak ketiga," tegas Ruhut lagi.
Ruhut pun menegaskan, Partai Demokrat tidak punya kepentingan dengan apa yang terjadi di tubuh PKS saat ini.
"Ngapain (Demokrat perkeruh PKS). Paling kita kalau lihat Fachri dan beberapa tokoh PKS, menzalimi kita, mereka kan sudah merasakan kemerdekaan dengan mendapat empat menteri, kita paling tertawa termehek-mehek. Mereka kan sering menzalimi kita," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: