Apa Boleh Buat, Desakan Demokrat agar Golkar Ditendang SBY Dianggap SBY Angin Lalu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 08 Maret 2011, 23:14 WIB
Apa Boleh Buat, Desakan Demokrat agar Golkar Ditendang SBY Dianggap SBY Angin Lalu
sby/ist
RMOL. Pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie petang tadi di Wisma Negara menyepakati Golkar tetap berada di barisan partai koalisi pendukung pemerintahan. Itu artinya desakan Partai Demokrat agar Golkar keluar koalisi menjadi angin lalu.

Demikian dikatakan Wakil Bendahara Umum DPP Partai Golkar Bambang Soesatyo dalam siaran pers yang diterima Rakyat Merdeka Online malam ini (Selasa, 8/3).

"Dalam pertemuan itu sama sekali tidak bicara soal kabinet atau reshuffle. Pertemuan lebih membahas masalah prinsip tentang hubungan koalisi dalam membangun pemerintahan yang bersih dan berwibawa," terangnya.

Kalau pertemuan tadi tidak menemukan kesepakatan, lanjutnya, Golkar akan berada di luar koalisi. Namun karena telah terjadi kesepakatan dengan Presiden tentang peran dan kedudukan anggota koalisi untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat tanpa pemaksaan kehendak untuk melanggengkan kekuasaan, Golkar tetap dalam koalisi. Di parlemen Golkar akan tetap kritis pada pemerintah.

"Akan ada perjanjian baru nanti yang akan dibuat. Namun, tetap menjamin adanya ruang perbedaan pendapat. Sikap kritis dilakukan semata-mata demi kesejahteraan rakyat, ekonomi kuat, demokrasi yang sehat dan komitmen terhadap pemberantasan korupsi," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA