Paksa-paksa Mega, SBY Dinilai Tak Tahu Diri

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 08 Maret 2011, 14:56 WIB
Paksa-paksa Mega, SBY Dinilai Tak Tahu Diri
megawati soekarnoputri/ist
RMOL. Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono terus mendekati PDI Perjuangan mengajak bergabung ke Kabinet Indonesia Bersatu II, meski partai berlambang kepala banteng itu sudah memutuskan tetap berada di luar pemerintahan.

Tapi sebagai bagian dari komunikasi politik, pendekatan kubu SBY itu sah-saja, tapi dianggap tak tahu diri.

"Ngajak sih boleh-boleh  saja, tidak melanggar etik. Tapi yang ngajak itu yang nggak tahu diri. Sudah orang mengatakan nggak mau, masih saja diajak-ajak," kata pengamat politik Iberamyah kepada Rakyat Merdeka Online (Selasa, 8/3).

Sejalan dengan itu, Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini mengatakan pendekatan yang dilakukan pemerintahan SBY maupun Partai Demokrat tidak bagus. Karena pendekatannya tidak apple to apple.

"Ya tidak bagus. Pertemuan ini mestinya antara dewan pembina dengan dewan pembina, atau antara ketua umum dengan ketua umum. Jadi tidak usah pakai perantara. Jadi ini bukan pendidikan politik yang baik," tegasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA