Gun Gun Semakin Yakin SBY Sangat Kompromistik

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 02 Maret 2011, 13:43 WIB
Gun Gun Semakin Yakin SBY Sangat Kompromistik
gun gun heryanto/ist
RMOL. Seperti biasa, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selalu menerapkan politik harmoni dan kompromistik.

Politik harmoni ini kembali ditunjukkannya dalam pernyataan kemarin tentang masa depan koalisi, setelah Partai Golkar dan PKS berseberangan dengan Demokrat dalam usul penggunaan hak angket pajak.

"Kalau mendengar pidato SBY kemarin, saya semakin yakin, SBY tetap mendahulukan politik harmoni. Menurunkan tensi antagonisme dengan mitra koalisi terutama Golkar. Sekaligus ini menunjukkan watak leadership yang memang kompromistik," nilai pengamat komunikasi politik, Gun Gun Heryanto kepada Rakayat Merdeka Online sesaat lalu (Rabu, 2/3).
 
Menurut Direktur Eksekutif The Political Literacy Institute, yang juga dosen komunikasi politik Universitas Islam Negeri Jakarta ini, seharusnya bila partai koalisi menyalahi butir-butir code of conduct yang disepakti bersama partai koalisi, SBY sangat berhak membuat keputusan untuk "bercerai".

Bila butir-butir yang dilanggar partai koalisi adalah tentang kerjasama di eksekutif dan legislatif, SBY berhak langsung menendang partai Golkar dan PKS. Karena dua partai ini tidak sejalan dengan Sekretariat Gabungan partai Pendukung Pemerintah yang menolak hak angket pajak. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA